Selasa, 05 Januari 2016

DRAMA ANAK

“MEMEMLIHARA HEWAN”

Suatu hari pada saat jam istirahat di Sekolah
Hana    :
Ca.. Ca.. sini deh, aku mau cerita.
Ica       :
Cerita apa Hana ?
Hana    :
Aku dibelikan kucing yang lucu sekali oleh Pamanku, warnanya abu-abu, bulunya halus dan panjang sekali.
Ica       :
O ya ?! Seperti apa ? Aku penasaran sekali Hana.
Hana    :
Pokoknya lucu sekali Ca, beda dari kucing -  kucing yang biasa kita lihat
Ica       :
Aku ingin melihatnya Hana
Hana    :
Ya sudah, setelah pulang sekolah kamu main ke rumahku ya Ca
Ica       :
Baiklah (antusias)
Beberapa jam kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi
Ica       :
Ayo Hana, kita pergi ke rumahmu !
Hana:
Ayo ! Tapi, apa kamu tidak meminta izin ke Ibumu dulu Ca?
Ica       :
Ah tidak usah, kan hanya sebentar, Ibu pasti tak akan marah.
Hana    :
Baiklah, mari kita berangkat

Hana dan Ica pun pergi bersama ke rumah Hana dengan penuh semangat dan canda riang. Sesampainya di rumah Hana

Hana    :
Ini Kucingku Ca, namanya ‘Odoy’, lucu kan ? (sambil menunjukkan kucingnya)
Ica       :
Hana, lucu sekali, aku mau menggendongnya
Hana    :
(Memberikan kucing ke Ica)
Ica       :
Aaah lucu sekali kamu Odoy, gendut gendut (sambil mengelus bulu Odoy dan nada bicara yang di manja-manjakan). Hana aku jadi ingin memelihara binatang.
Hana    :
Pelihara saja Ca, asik ko. Kita seperti punya teman main dirumah
Ica       :
Iya betul, supaya tidak rebut terus dengan Abang (kesal). Hmm sudah hampir sore, aku pamit pulang ya Hana.
Hana    :
Baiklah Ica, hati-hati ya, nanti kita main lagi

*****
Ica pun pulang ke rumah, ia tak sabar ingin menceritakan tentang kucing Hana kepada Ibunya dan semoga saja Ibu mengizinkan Ica untuk memelihara binatang.
Ica       :
Assalamu’alaikum, Ibu… Ibu.. (mencari Ibu)
Ibu       :
Walaikumsalam. Dari mana saja Ca, jam segini baru pulang ?
Ica       :
Tadi aku dari rumah Hana Bu, Aku ingin melihat kucing Hana
Ibu       :
Lain kali kalau kamu mau main bilang Ibu terlebih dahulu, izin dulu, jangan buat Ibu cemas. Kalau kamu diculik atau kenapa – kenapa bagaimana? (Potong Ibu)
Ica       :
Tapi kan Bu rumah Hana tidak terlalu jauh, lagipula hanya dirumah Hana Bu, Ibu juga tahu kan rumah Hana ?! (Kesal)
Ibu       :
Pokoknya Ibu tidak suka akan sikapmu yang seperti ini. Lain kali kabari ibu dulu, izin dulu.
Ica       :
Baik Bu, Ica mengaku salah. Ica minta maaf (menyesal)

*****
Malam hari saat sedang belajar
Ica       :
Bang, Abang (berbisik). Abang tahu tidak Hana, temanku itu?
Abang :
Iya, kenapa ?
Ica       :
Hana punya kucing, lucu sekali, namanya Odoy. Bulunya halus,lembut dan panjang, gendut pula. Kucingnya beda dengan kucing yang biasa kita lihat.
Abang :
Hmm, lalu ?
Ica       :
Menurut Abang, Ibu mengizinkan tidak ya aku memelihara binatang, ya seperti kucing atau kelinci begitu Bang ?
Abang :
Hahaha.. (tertawa) mana Abang tahu, tapi Abang yakin pasti Ibu tidak akan mengizinkannya, hhahaa (Tertawa).
Ica       :
Ah Abang tega, tidak mendukung keinginan Ica (sedih)
Abang :
Bukan tidak mendukung Ca, tetapi memelihara binatang itu tidak mudah, tidak gampang. Binatang juga perlu makan, perlu minum, berobat, belum lagi kadang binatang juga suka menyebarkan virus penyakit.
Ica       :
Ya kalau binatangnya mau makan ya kasih makan, mau minum kasih minum, sakit tinggal ke dokter dan satu lagi, kita vari binatangnya yang sehat jangan yang penyakitan
Abang :
Memang itu semua ga perlu pake uang apa Ca ?!! (sambil mencubit pipi Ica)
Ica       :
Aduh Abang, sakit ! Ibu.. Ibu.. Abangnya jahat cubit- cubit pipi Ica (teriak)
Ibu       :
Apa sih apa, ada apa ? (menghampiri Abang dan Ica)
Ica       :
Ini Bu, si Abang cubit-cubit aku, sakit Bu pipinya (nada manja dan rengekan)
Ibu       :
Abang, kasihan adiknya jangan selalu di cubit
Abang :
Biar Bu, habisnya berisik banget Bu. Masa Ica minta mau memelihara binatang Bu.
Ibu       :
Apa itu benar Ca ?
Ica       :
Hehehee (tertawa malu), Iya Bu, aku ingin mememlihara binatang, kucing atau kelinci juga tak apa Bu
Ibu       :
Memelihara binatang itu tidak mudah Ca, kamu yakin?
Ica       :
Yakin Bu, Hana saja bisa masa aku tidak bisa (tampang memelas). Boleh ya bu boleh ?
Ibu       :
Ibu tidak yakin kamu bisa merawat binatang Ca
Ica       :
Yaah Ibu, aku bisa kok bisa
Ibu       :
Biar Ibu fikir – fikir terlebih dahulu (meninggalkan ruangan)

*****
Setelah beberapa hari Ibu pun mengizinkan Ica untuk memelihara binatang. Ibu membelikan Ica seekor kelinci dengan syarat yang sudah disepakati oleh Ica. Kelinci itu diberi nama ‘Cicu’ oleh Ica. Di minggu awal Ica sangat giat dan rajin memberi makan, minum, vitamin dan merawat kandang Cicu, tetapi sudah beberapa hari ini Ica sudah mulai agak lupa memperhatikan binatang peliharaannya itu.

Ica       :
Ibu.. Ibu.. !! Abang.. Abang! (panik)
Abang :
Ada apa Ca ? (khawatir)
Ica       :
Cicu Bang, Cicu (Panik)
Abang :
Lah, Cicu kamu apain Ca ? (memeriksa Cicu)
Ica       :
Gak Ica apa – apain ko Bang, sungguh (Khawatir)
Abang :
Ibu.. ibu…
Ibu       :
Ada apa, berisik sekali (menghampiri). Astaga, Cicu kenapa Ca, Bang ?
Ica       :
Aku gak tahu bu, tiba -  tiba saat aku datang Cicu sudah begini keadaannya (menangis)
Abang :
Sepertinya Cicu sudah mati Bu, mungkin kemarin Cicu kehujanan makanya seperti ini
Ica       :
Ah Abang coba periksa yang benar. Kemarinkan hujannya Cuma sebentar
Abang :
Mau lama ataupun sebentar hujan kan tetap hujan De, tetap air. Nah denyut jantungnya sudah tidak ada lagi, sini pegang kalau tidak percaya.
Ica       :
Itu alasan Abang saja supaya aku tidak memelihara binatang lagi, kan dari awal juga Abang memang tidak mendukung Ica memelihara binatang (menangis)
Abang :
Sini pegang Cicunya (memberikan Cicu ke Ica)
Ica       :
(Memegang Cicu dan memeriksa tubuh Cicu) Aaah Ibu… Cicunya mati (Menangis)
Ibu       :
Sudah sudah, dulu Ibu pernah berkata apa? Kalau kamu mau memelihara binatang kamu harus merawatnya, memberi makan, minum, vitamin, membersihkan kandangnya dan bertanggung jawab akan binatang peliharaanmu itu (sambil memeluk Ica). Tolong kuburkan Cicunya Bang di belakang.
Abang :
Iya Bu
Ibu       :
Sekarang kamu tahukan, jika merawat atau memelihara binatang itu tidak mudah. Kamu mempunyai binatang peliharaan tapi tidak kamu rawat tidak kamu beri makan, sama saja kamu menelantarkannya, dan Tuhan tidak suka itu. Kamu dosa kalau menelantarkannya begitu saja. Lain kali jika kamu ingin memelihara binatang kamu harus benar-benar bisa bertanggung jawab penuh dan merawatnya dengan sungguh-sungguh ya Ca, janji ?
Ica       :
Iya Bu, Ica janji, Ica minta maaf

Akhirnya Ica, Ibu dan Abang bersama – sama mengubur Cicu di halaman belakang rumah, dan Ica berjanji akan lebih bertanggung jawab akan peliharaannya jika ia di belikan binatang peliharaan lagi.
*****


Tidak ada komentar:

Posting Komentar