Selasa, 05 Januari 2016

Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

                                                                                           Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang dapat berdiri sendidri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang terkait langsung dalam hal ini. Karena pengelolaan kelas yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan belajar anak didik baik secara berkelompok maaupun secara individual.lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Berbagia pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut: 
1.    Pendekatan Kekuasaan
Pengelolaan kelas diartikan sebagai sustu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru diasini adalah mencipttakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk menaatinya. Didalamnya ada kekuasaan dalam norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itulah guru mendekatinya.
2.    Pendekatan Ancaman
Pengelolaan kelas juga sebagai suatu proses  untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran dan memaksa.
3.    Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan disrtikan secara suatu proses untuk membentu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru dalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.
4.    Pendekatan Resep
Pendekatan ini dilakukan dengan memberi suatu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peran guru hanyyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
5.    Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peran guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6.    Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peran guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik.
7.    Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial
Pendekatan pengelolaan kelas berdasarkan suasana perasaan dan suasana sosial didalam kelas sebagai sekelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan konseling. Menurut pendekatan ini, pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang positif dalam kelas. Di sini guru adalah kunci terhadap pembentukn hubungan pribadi itu dan peranannya adalah menciptakan hubungan pribadi yang sehat.
8.    Pendekatan Proses Kelompok
Proses kelompok adalah usaha guru mengelompokkan anak didik ke dalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga tercipta kelas yang bergairah dalam belajar. Peran guru adalah mengusahakan agar perkembangan dan pelaksanaan proses kelompok efektif.
9.    Pendekatan Elektis (Plurralistik)

Pengelolaan kelas yang berusaha mengguanakan berrbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar